Support

Minggu, 28 Februari 2016

, ,

Kontak Info Kalimantan Tourims

Kalimantan Tourism

  
#pariwisatakalimantan 

Nama saya Unggara, lahir di Bogor 27 February 1988. saya bekerja di PSEKP UGM, sebagai Staff IT, selain saya bekerja, saya mencoba melakukan aktifitas lainnya yaitu dengan melanjutkan kuliah S2 jurusan Ilmu Komputerm dan menjadi seorang bloger, setelah sekian lama menjadi bloger, saya mempunyai cita-cita yaitu keliling indonesia suatu saat nanti, untuk mengawalinya saya akhirnya membuat blog dengan nama www.kalimantantourism.com, mengutip tulisan-tulisan dari berbagai sumber, agar saya lebih tau tetang pariwisata yang ada di pulau Kalimnantan, Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia pariwisata, menjadi hal yang menarik unuk kita bisa kunjungi, sebagai orang Indonesia, Keliling Indonesia merupakan impian, karna untuk mengunjungi tempat wisata yang ada di indonesia membutuhkan dana yang tidak sedikit, karna minimnya informasi, transportasi dan fasilitas-fasilitas lainnya. 

Saya mencoba mencari informasi sebanyak mungkin tentang pariwisata yang ada di Indonesia untuk memudahkan saya mau pun orang lain yang ingin keliling Indonesia, kamudian menyebarkan informasi baru untuk dijadikan referensi tempat-tempat wisata agar masyarakat luas juga bisa berkunjung. kalimantan tourism merupakan langkah awal untuk saya, agar bisa mencapai cita-cita dan harapan untuk bisa keliling indonesia.

Bagi teman-teman yang punya informasi tentang pariwisata Indonesia, khususnya pariwisata Kalimantan, bisa bekerja sama untuk saling mendukung mengembangkan pariwisata yang ada. Serta memberitakan informasi objek-objek baru wisata kalimantan. keseluruh masyarakat yang ada di Indonesia dan Mancanegara.

Wujudkan impian indonesia menjadi lebih baik. I Love Indonesia

ilhamunggara@gmail.com


Salam 
#KalimantanTourism

Kamis, 25 Februari 2016

, , , , ,

Erau International Flok and Art Festival Tenggarong Kutai, Kalimantan Timur 2016

Kalimantan Tourism

smbr:kutaikartanegara

Erau adalah sebuah tradisi budaya Indonesia yang dilaksanakan setiap tahun dengan pusat kegiatan di kota TenggarongKutai KartanegaraKalimantan Timur. Erau berasal dari bahasa Kutaieroh yang artinya ramai, riuh, ribut, suasana yang penuh sukacita. Suasana yang ramai, riuh rendah suara tersebut dalam arti: banyaknya kegiatan sekelompok orang yang mempunyai hajat dan mengandung makna baik bersifat sakral, ritual, maupun hiburan.

Sejarah Budaya Erau

Erau pertama kali dilaksanakan pada upacara tijak tanah dan mandi ke tepian ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti berusia 5 tahun. Setelah dewasa dan diangkat menjadi Raja Kutai Kartanegara yang pertama (1300-1325), juga diadakan upacara Erau. Sejak itulah Erau selalu diadakan setiap terjadi penggantian atau penobatan Raja-Raja Kutai Kartanegara.
Dalam perkembangannya, upacara Erau selain sebagai upacara penobatan Raja, juga untuk pemberian gelar dari Raja kepada tokoh atau pemuka masyarakat yang dianggap berjasa terhadap Kerajaan.
Pelaksanaan upacara Erau dilakukan oleh kerabat Keraton/Istana dengan mengundang seluruh tokoh pemuka masyarakat yang mengabdi kepada kerajaan. Mereka datang dari seluruh pelosok wilayah kerajaan dengan membawa bekal bahan makanan, ternak, buah-buahan, dan juga para seniman. Dalam upacara Erau ini, Sultan serta kerabat Keraton lainnya memberikan jamuan makan kepada rakyat dengan memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya sebagai tanda terima kasih Sultan atas pengabdian rakyatnya.
Setelah berakhirnya masa pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara pada tahun 1960, wilayahnya menjadi daerah otonomi yakni Kabupaten Kutai. Tradisi Erau tetap dipelihara dan dilestarikan sebagai pesta rakyat dan festival budaya yang menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Kutai dalam rangka memperingati hari jadi kota Tenggarong, pusat pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara sejak tahun 1782.

Pelaksanaan Erau

Pelaksanaan Erau yang terakhir menurut tata cara Kesultanan Kutai Kartanegara dilaksanakan pada tahun 1965, ketika diadakan upacara pengangkatan Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara, Aji Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat.
Sedangkan Erau sebagai upacara adat Kutai dalam usaha pelestarian budaya dari Pemda Kabupaten Kutai baru diadakan pada tahun 1971 atas prakarsa Bupati Kutai saat itu, Drs.H. Achmad Dahlan. Upacara Erau dilaksanakan 2 tahun sekali dalam rangka peringatan ulang tahun kota Tenggarong yang berdiri sejak 29 September 1782.
Atas petunjuk Sultan Kutai Kartanegara yang terakhir, Sultan A.M. Parikesit, maka Erau dapat dilaksanakan Pemda Kutai Kartanegara dengan kewajiban untuk mengerjakan beberapa upacara adat tertentu, tidak boleh mengerjakan upacara Tijak Kepala dan Pemberian Gelar, dan beberapa kegiatan yang diperbolehkan seperti upacara adat lain dari suku Dayak, kesenian dan olahraga/ketangkasan.

Erau sebagai pesta budaya

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kutai untuk menjadikan Erau sebagai pesta budaya yakni dengan menetapkan waktu pelaksanaan Erau secara tetap pada bulan September berkaitan dengan hari jadi kota Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kesultanan Kutai Kartanegara.
Festival Erau yang kini telah masuk dalam calendar of events pariwisata nasional, tidak lagi dikaitkan dengan seni budaya Keraton Kutai Kartanegara tetapi lebih bervariasi dengan berbagai penampilan ragam seni dan budaya yang ada serta hidup dan berkembang di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

smbr:wikipedia.id
#pariwisatakalimantan


Salam 
Kalimantan Tourism

Pariwisata Kalimantan

Diberdayakan oleh Blogger.