Support

Rabu, 12 Maret 2014

Filled Under: , , , , , , ,

Kampung Atas Air Suku Bugis Kota Balikpapan

kalimantantourism

Kampung Atas Air  Suku Bugis Kota Balikpapan






Disebut Kampung Atas Air karena didirikan diatas air. Mulanya kampung ini didirikan secara tradisional oleh masyarakat yang mayoritas adalah Suku Bugis. Jembatan Kayu Ulin terdapat disini sebagai jalur/jalan utama. Di salah satu ujung jembatan terdapat dermaga perahu nelayan dan tempat pengolah Udang/Ikan hasil tangkapan.Untuk dapat mencapai lokasi ini, dapat ditempuh dengan kendaraan dan angkutan kota no.1, no.5 dan no.6.

Permukiman Atas Air Kelurahan Margasari (Atau banyak disebut Kampung Air) merupakan kawasan pesisir yang berada pada sebelah selatan wilayah Kelurahan Margasari dan berbatasan dengan buffer zone kilang minyak Pertamina UP.V Balikpapan. Pada awalnya, kawasan ini merupakan kawasan kumuh yang memiliki pengaruh terhadap kesehatan, ekonomi, sosial dan bahkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Pada tahun 1992, kawasan tersebut dilanda musibah kebakaran, yang menyisakan bangunan di lingkungan RT 029 dan RT 030. Musibah menambah kekumuhan dengan ketidakteraturan bangunan dan minimnya fasilitas umum seperti listrik dan air bersih.

Pada tahun 2000, dimulailah proses penataan permukiman atas air Kelurahan Margasari. Selain disediakan perumahan sehat bagi warga, lokasi ini juga dilengkapi kawasan wisata berupa jejeran pedagang kuliner dan pondokan mini untuk pengunjung bersantai. Sore hari, sepanjang jembatan ulin dipenuhi jejeran pemancing yang menghabiskan senja di keheningan tepi laut. Pada malam hari Anda bisa menikmati pemandangan api abadi obor Pertamina serta kelap kelip lampu kilang minyak.

Saat ini, Kampung Atas Air Margasari merupakan icon keberhasilan Pemerintah Kota Balikpapan dalam menata kawasan kumuh.Pengunjung dapat datang setiap saat, namun lampu kilang minyak dan pedagang kuliner mulai aktif pukul 05.00 Wita.

Disebut kampung atas air dikarenakan perkampungan ini memang berdiri di atas air laut. Untuk menuju ke kampung ini bisa lewat Jalan Sepaku Balikpapan Barat. Karena berada di atas air, maka praktis keseluruhan rumah yang ada berdiri pada jembatan kayu ulin yang memanjang seluas lebih kurang 6,7 Hektar. Namun meskipun berada di atas air, kampung ini tetap hijau dan terdapat Ruang Terbuka Hijau yang menyejukkan.

Kepedulian masyarakat agar kampung ini tetap hijau juga perlu diacungi jempol. Tak segan mereka menanam berbagai macam bunga dalam pot di hampir sepanjang jalan kampung.  Tepat di belakang kampung ini terdapat sebuah jembatan beton yang memanjang. Dari atas jembatan beton ini kita bisa melihat areal konservasi mangrove dan obor kilang yang nyaris tak pernah padam. Jika sore hari, kita akan melihat anak-anak kampung atas air yang asyik berenang di sini.

Jika sore hari, gazebo-gazebo ini sering kali digunakan untuk tempat nongkrong oleh sebagian masyarakat atau pengunjung untuk menikmati keindahan senja. Tak sedikit yang mengabadikan keindahannya melalui camera yang mereka bawa. Keramahan warga dan polah tingkah lucu anak-anak kampung atas air juga membuat nyaman siapapun yang berkunjung ke sini.

http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2013/03/28/wisata-kampung-atas-air-di-balikpapan-546608.html
http://explorebalikpapan.wordpress.com/2012/02/28/kampung-air/
http://www.pariwisatakaltim.com/objek-wisata/balikpapan/

Salam
Kalimantantourism

0 komentar: