Support

Senin, 10 Maret 2014

Filled Under: , , ,

Kebun Raya Unmul Samarinda

 Kebun Raya Unmul Samarinda



Merupakan Hutan Pendidikan dan Kebun Botani sebagain tujuan wisata bernuansa alami. Memiliki beberapa karakteristik dengan dikembangkannya Hutan Pendidikan seluas 62.4 Ha menjadi Arboretum Hutan Buatan yang meliputi Hutan Alam, Hutan Tanaman Daun Lebar, Hutan Tanaman Konifer, Kebun Bunga, Kebun Buah, Kebun Palma dan Kebun Bambu.

Fasilitas yang terdapat di tempat ini adalah Kolam Memancing, Sepeda Air, Restoran, Penangkaran Satwa (Burung Hutan Tropis, Payau, Buaya Muara, Orang Utan dan lain-lain). Lokasi obyek wisata ini + 12 km dari arah Utara Kota Samarinda dan dapat di tempuh dengan kendaraan roda empat maupun roda dua.

Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) adalah tempat tujuan wisata favorit bagi masyarakat perkotaan yang tinggal di Ibukota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda. Posisi KRUS berada sangat dengan dengan pusat Kota Samarinda. Hanya dibutuhkan waktu kurang-lebih 15 menit saja untuk tiba di KRUS yang berada di bagian utara Kota Samarinda.

Cikal-bakal KRUS dapat ditelusuri dari tahun 1974. Dimana pada waktu itu, Universitas Mulawarman (Unmul) menerima lahan seluas 300 hektar untuk dikelola sebagai kawasan hutan konservasi. Hal tersebut turut didukung oleh Pemkot Samarinda. Hal ini bisa terlihat dari dikeluarkannya perda yang menetapkan lahan yang telah diterima oleh Unmul sebagai kawasan hutan pendidikan. Semenjak itu kawasan hutan tersebut telah menjadi tempat riset dan juga tempat berkumpul bagi mahasiswa Unmul. 

Beberapa pihak dari luar Unmul juga ada yang ikut melakukan riset di kawasan ini. Kerjasama antara Pemkot Samarinda dengan pihak Unmul terus berlanjut di tahun 2001. Pada tahun itu mereka sepakat untuk menjadikan sebagian dari lahan hutan Unmul menjadi kawasan wisata. Dari 300 hektar lahan yang tersedia, 62 hektarnya digunakan untuk keperluan wisata.

KRUS dilengkapi dengan kebun binatang mini. Karena hanya berupa kebun binatang mini, jangan harapkan anda akan menemui koleksi hewan yang berjumlah besar disini. Binatang yang bisa ditemui di KRUS, seperti buaya, orangutan, kancil, elang kepala putih, kuda, burung bangau, dan juga monyet ekor panjang. 

Meskipun ada beberapa binatang yang dipelihara di KRUS, namun jumlahnya tidak akan menyaingi kebun binatang lain, misalnya seperti Kebun Binatang Ragunan (KBR) yang ada di Jakarta Selatan. KBR diketahui mempunyai lebih dari 4000 spesimen dari 295 spesies. Meskipun demikian, KRUS tetap menjadi tempat tujuan wisata. Terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar wilayah Kota Samarinda. Karena KRUS tidak hanya menawarkan kebun binatang mini saja. Masih ada fasilitas rekreasi lainnya yang ditawarkan oleh KRUS.

Fasilitas rekreasi yang ada di KRUS tersebar di beberapa titik. KRUS sudah mempunyai jalan beraspal yang menghubungkan satu titik dengan titik lainnya pada lahan seluas 62 hektar. Sebagian besar pengunjung akan berjalan kaki untuk berkeliling KRUS. Tapi itu bukanlah satu-satunya cara yang bisa digunakan untuk berkeliling. Ada delman dengan kapasitas beberapa penumpang yang dapat mengantarkan pengunjung untuk berkeliling KRUS. Berkeliling dengan menaiki delman sambil menikmati suasana KRUS yang dipenuhi dengan pepohonan hijau bisa jadi terasa menyenangkan. Bila berkunjung kesini, coba saja berkeliling dengan delman.

KRUS juga mempunyai track untuk All-Terrain Vehicle (ATV) yang juga dikenal sebagai motor beroda empat. Sesuai dengan namanya, kendaraan ini didesain untuk digunakan dalam berbagai medan yang biasanya belum tentu bisa dilalui oleh kendaraan biasa. Tapi jangan khawatir, track yang ada di KRUS tidaklah terlalu sulit. Hanya berupa track mendatar diatas tanah merah yang mempunyai beberapa tikungan tajam. Track ini benar-benar tidak sulit, bahkan anak-anak pun bisa dengan mudah mengendarai ATV untuk melewati track tanah tersebut.

Pada bagian lain di KRUS terdapat kolam buatan. Terdapat dermaga yang melebar disepanjang tepi kolam. Dermaga ini digunakan sebagai tempat bersandarnya sepeda air. Dari dermaga ini terlihat ada banyak pengunjung yang mengitari kolam dengan menggunakan sepeda air. Bentuk sepeda air ini pun terlihat unik. Ada yang berbentuk angsa, lalu sepeda air lainnya berbentuk mirip dengan ikan paus. Sepeda air yang mempunyai warna yang cerah terlihat mencolok diatas kolam. Untuk bergabung dengan pengunjung, cukup datang saja ke dermaga dan mulai naiki sepeda air yang bisa disewa dengan biaya tertentu.

Pada area lain di KRUS terdapat sebuah bangunan bertingkat dua yang sepenuhnya terbuat dari kayu. Bangunan ini berdiri diatas rawa, sehingga dibangun dengan konstruksi seperti rumah panggung. Untuk menghubungkan tanah keras didepannya dengan bagian depan rumah yang terletak diatas rawa, terdapat sebuah jembatan kayu yang dibiarkan tanpa cat.
Sehingga jembatan yang dilengkapi dengan pembatas sisi kanan dan kirinya ini menampilkan warna asli dari kayu yang nampak coklat gelap. Wajar saja bila dibangun sepenuhnya dengan kayu, karena sebenarnya bangunan tersebut adalah museum kayu. Didalam museum ini terdapat beberapa jenis kayu yang umumnya ditemukan di Kalimantan. Ada banyak informasi mengenai jenis kayu tersebut. Beberapa yang ada disini adalah jenis kayu yang sering dimanfaatkan untuk keperluan komersial.

Karena berada dalam hutan, maka KRUS bisa dijadikan sebagai tempat berkemah. Pihak pengelola KRUS menyediakan area khusus yang bisa digunakan untuk kegiatan berkemah. Area bumi perkemahan ini disebut dengan Praja Muda Karana. Nama Praja Muda Karana mempunyai arti “Rakyat Muda Yang Suka Berkarya”. Selain digunakan sebagai nama bumi perkemahan di KURS, istilah tersebut juga digunakan oleh organisasi pandu di Indonesia, yaitu Pramuka. 

Salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh Pramuka adalah berkemah. Sepertinya bumi perkemahan Praja Muda Karana yang ada di KURS diperuntukkan bagi anggota organisasi Pramuka yang ingin melakukan kegiatan perkemahan. Tentu saja pengunjung lain tetap bisa berkemah disini. Tidak harus menjadi anggota Pramuka terlebih dahulu. Hal paling menyenangkan ketika berkemah adalah berkumpul bersama teman-teman. Karena memang biasanya kegiatan berkemah dilakukan beramai-ramai. Aneh saja rasanya kalau harus berkemah sendiri di daerah hutan. 

Setelah puas berkeliling di area KRUS, pengunjung bisa bersantai di pondok-pondok yang tersebar di KRUS. Selain itu ada juga pondok yang digunakan sebagai warung. Pengunjung bisa duduk-duduk di warung ini sambil menikmati minuman dingin. Berkeliling di alam terbuka bisa jadi melelahkan. Bersantai sejenak di warung dengan ditemani minuman dingin bisa terasa nikmat sekali. Tidak terasa waktu sudah berjalan beberapa jam semenjak pertama kali masuk ke KRUS. Bagi mereka yang perlu beribadah ketika sudah masuk waktunya, maka KRUS juga menyediakan mushalla.


http://jalan2.com/city/samarinda/kebun-raya-unmul-samarinda/
http://www.pariwisatakaltim.com/objek-wisata/samarinda/ 

Salam
kalimantantourism.com

0 komentar: