Support

Senin, 10 Maret 2014

Filled Under: , , , ,

Kerajinan Sarung Samarinda

kalimantantourism



Kerajinan  Sarung Samarinda



Berlokasi di Samarinda Seberang sebagai pusat yang dikenal sebagai Pusat Kerajinan Sarung Samarinda. Kerajinan Tenun Sarung ini mulanya dibawa oleh pendatang Suku Bugis dari Sulawesi yang berdiam di sisi kiri Sungai Mahakam. Hampir setiap hari perkampungan Suku Bugis (Kelurahan Masjid dan Baqa) dapat dilihat Pengrajin Sarung Samarinda.

 Alat Tenun Tradisional (Gedokan)

Samarinda sebagai ibukota propinsi Kalimantan Timur menyimpan beragam potensi wisata. Salah satunya adalah di sektor wisata kerajinan yang berada di daerah Samarinda Seberang yaitu Kampung Tenun Sarung Samarinda.


Sarung Samarinda ini merupakan salah satu kerajinan tangan khas Samarinda. Sarung Samarinda adalah jenis kain tenunan tradisional khas Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sarung ini dibuat dengan cara ditenun dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang disebut Gedokan. Produk yang dihasilkan untuk satu buah sarung memakan waktu hingga berminggu-minggu, tak heran bila harga sarung samarinda tenun bisa mencapai ratusan ribu rupiah. 

            Lokasi pengrajin sarung Samarinda terletak di Gang Pertenunan Rt.02 di Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang. Daerah ini menjadi sentral kerajinan tenun Sarung Samarinda dan pada pertengahan bulan Maret 2012 lalu, kawasan ini dicanangkan sebagai percontohan Kampung Pengrajin untuk dijadikan tujuan wisata nasional. Di kawasan ini, pengunjung dapat berwisata dengan melihat langsung proses pembuatan tenun Sarung Samarinda, sambil membeli sarungnya sebagai buah tangan.

            Saya sebagai warga Samarinda asli bingung dengan anak muda di Samarinda banyak yang tidak tau kerajinan sarung Samarinda dimana lokasinya, jangan tempat pembuatannya bentuk sarung samarinda yang asli aja tidak tau apa lagi jenis-jenis sarung Samarinda yang mereka tau buah tangan khas Samarinda hanya Amplang.

Walaupun saya tidak tau persis sejarah “Sarung Tenun Khas Samarinda” tapi saya sering baca dan cari informasi bagaimana sejarah sarung Samarinda.

            Menurut vivaborneo.com pada mulanya kerajinan sarung tenun ini dibawa sama orang-orang Bugis dari Sulawesi yang tinggal di pesisir sungai Mahakam (sekarang Samarinda Seberang). Rata-rata para pengrajin sudah tiga puluh tahunan bermukim di kompleks sini dan turun temurun meneruskan usaha sarung tenun keluarga.

            Dari prosesnya sendiri, bahan baku sarung tenun yaitu benang sutra yang diimpor langsung dari Cina harus di olah dulu supaya kuat. Pertama-tama benang harus direndam di air selama kurang lebih 3x24 jam. Terus hasilnya jadi begini deh.
           

Benang Sutra Yang Telah di Rendam

                Kemudian benang di masak dengan air mendidih yang sudah dicampurkan pewarna sekitar dua jam. Benang dicuci hingga bersih, terus dikanjiin. Setelah diperas, benang dijemur sampe kering dan siap untuk dipintal untuk menjadi benang tenun.


Benang Yang Sudah dikasih Warna

          Selanjutnya ribuan benang pintalan dilingkarkan dan dimasukin helai demi helai ke dalam sebuah alat besar dari kayu yang bernama are dan sisir. Bisa memakan waktu satu sampe dua hari pemasangan benangnya ini. Dan proses penenunannya menjadi sebuah sarung ngebutuhin waktu dua atau tiga hari. Paling lama proses pembuatan Sarung Tenun Samarinda ini dua minggu, tergantung bagaimana motif yang dipengenin.


Hasil Jadi Sarung

          Yang pernah saya dengar juga bagi mereka yang pengen pesen dengan motif sarung yang beda, bisa langsung aja datang kepengrajinnya langsung. Harga juga juga ikutin bagaimana motif yang di pengenin semakin rumit motifnya semakin mahal juga harganya, ada yang perlu di ingat nih kalo pengeng pesan dengan motif yang beda harus sabar antri bisa sampe satu bulan lebih.

Rata-rata dalam satu bulan setiap penenun bisa menghasilkan 2 atau 3 sarung tenun, yang punya kisaran harga mulai dari Rp. 300.000,- sampe Rp. 600.000,- per buahnya.

        Nih, kemeja kotak-kotak kan lagi happening banget di kalangan anak muda. Setelah saya Tanya, satu kemeja gini harganya nyampe 300 ribuan.Mungkin karena handmade kali ya makanya mahal banget.  


 Namanya juga karya seni asli yang di buat secara manual bukan pake mesin (ATBM) ya wajar aja mahal kita juga harus menghargai karya seni yang begitu luar biasa belum tentu kita bisa buat sendiri ya kan

Lestarikan & budayakan terus kerajinan sarung Samarinda yang kita punya sebelum di ambil sama Negara tetanggga.

http://budayasamarindaku.blogspot.com/2013/05/kerajinan-sarung-samarinda.html
http://www.pariwisatakaltim.com/objek-wisata/samarinda/ 

salam 
kalimantanturism 

1 komentar:

kain tenun mengatakan...

samarinda kalimanatan timur memang memiliki kain tenun khas sarung tenun smarainda yang keren