Support

Rabu, 24 Februari 2016

Filled Under: , , , , , , , ,

Mengunjungi Desa Dayak Pampang Samarinda Pariwisata Kalimatan

Kalimantan Tourism

Warga Suku Dayak di Desa Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Provinsi Kalimantan Timur. BARRY KUSUMA

KEINDAHAN Kalimantan Timur tidak hanya mendunia dengan wisata baharinya, namun kearifan budaya Suku Dayak juga memiliki daya magis bagi wisatawan untuk menghabiskan waktu di salah satu provinsi di Kalimantan ini.


Wisata budaya yang belakangan menjadi sorotan publik adalah budaya tarian adat suku Dayak yang berpusat di Desa Dayak Pampang Samarinda.


Desa ini sekian lama menjadi obyek wisata terutama bagi mereka yang menyukai wisata budaya sekaligus mengenal seni daerah suku Dayak.


Tak berlebihan jika Desa Pampang termasuk destinasi budaya di Kalimantan Timur yang menyimpan keunikan berbeda. Di desa ini wisatawan bisa menikmati tarian tradisional khas Suku Dayak di rumah adat Suku Dayak yang disebut Lamin Adat Pamung Tawai. 


Rumah adat yang megah ini penuh ukir-ukiran indah khas Dayak. Desa Pampang sendiri secara resmi menjadi desa budaya sejak tahun 1991 dan diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Timur kala itu. 
Aset Unggulan 



Cukup beralasan jika Desa Dayak Pampang Samarinda dinobatkan sebagai salah satu aset unggulan wisata lokal, karena keberadaannya mampu menyedot wisatawan baik lokal maupun asing.


Secara administratif Desa Budaya Pampang ini terletak di Desa Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

BARRY KUSUMA
Rumah adat Suku Dayak di Desa Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Untuk menikmati keunikan budaya khas suku Dayak di desa Pampang, wisatawan harus menempuh perjalanan sejauh 23 kilometer dari pusat kota Samarinda. Perjalanan harus melalui jalan poros Samarinda – Bontang.


Letak Desa Pampang berada di bagian kiri jalan poros sebelum Bandara Sungai Baru. Dari papan nama di pintu masuk menuju kawasan Desa Dayak, wisatawan masih harus menempuh jarak kurang lebih 1 kilometer menuju lokasi.


Tarian Adat dan Rumah Adat


Secara rutin setiap pekan masyarakat lokal Desa Pampang mengggelar pertunjukan tarian adat Suku Dayak.


Bagi wisatawan yang ingin menikmati sajian tariaan adat tersebut bisa datang hari Minggu atau sehari sebelumnya karena pergelaran ini hanya diaadakan setiap hari Minggu dari pukul 14.00–15.00 Wita.


Pertunjukan tarian adat Suku Dayak ini digelar di rumah adat yang disebut Lamin Adat Pamung Tawai. Rumah adat ini terbuat dari kayu Ulin dengan hiasan dan ukiran di hampir semua bagian dindingnya.


Hal ini terlihat jelas dari dinding utama dipenuhi ukiran Dayak dengan warna hitam, putih, dan kuning yang dominan. Begitu juga dengan tiang penyangga rumah yang berdiameter dua meter dihiasi ukiran indah.


Pada bagian atap yang terbuat dari kayu Sirap, terdapat ukiran kokoh ditengah atap dan sudut-sudutnya.


Keragaman Tarian Khas Suku Dayak


Budaya unggulan Desa Dayak Pampang Samarinda ini memang didominasi jenis tarian adat. Tercatat beberapa jenis tarian yang dapat dinikmati para wisatawan tiap hari Minggu yaitu tari Bangen Tawai, Hudoq, Kanjet Anyam Tali, Ajay Pilling, Kancet Lasan, Nyalama Sakai, Kancet Punan Lettu, dan masih banyak lagi.

BARRY KUSUMA
Suku Dayak di Desa Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Uniknya sebelum salah satu tarian dimulai, pembawa acara akan menjelaskan makna dari tarian yang akan digelar. Contohnya tarian Kanjet Anyam Tali yang menggambarkan perbedaan suku, budaya, bangsa, dan bahasa namun tetap satu.


Semua tarian yang digelar di Desa Pampang ini melibatkan seluruh masyarakat tua maupun muda.


Untuk bisa menyaksikan pergelaran budaya tarian adat di Desa Dayak Pampang Samarinda ini pengunjung dikenakan biaya Rp 15.000 per orang.


Setelah menikmati sajian tarian, para wisatawan dapat berfoto bersama penduduk asli setempat, tentunya dengan mengenakan baju adat Suku Dayak. Umumnya untuk berfoto bersama penduduk asli bertelinga panjang dikenakan biaya sendiri. (BARRY KUSUMA)
Editor: I Made Asdhiana
Sumber: www.alambudaya.com


 Salam 
 Kalimantan Tourism

0 komentar: